Harian OKU Selatan.ID- Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, aneka kue kering khas Lebaran mulai bermunculan di berbagai toko, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan modern di sejumlah daerah di Indonesia. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengaku sudah menerima pesanan sejak awal pekan ini, bahkan sebagian telah membuka sistem pre-order sejak satu bulan sebelumnya.
Kue-kue klasik seperti nastar, kastengel, putri salju, dan lidah kucing masih menjadi favorit masyarakat. Selain itu, tren kue kekinian seperti cookies premium dengan topping cokelat lumer, red velvet cookies, hingga hampers custom dengan kemasan eksklusif juga mulai diminati, terutama oleh kalangan muda.
BACA JUGA:Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas, Rajai Asia Tenggara
Di kota-kota besar seperti Palembang dan Jakarta, pusat perbelanjaan sudah menyediakan area khusus bazar Ramadan yang menjual aneka kue kering dan parcel Lebaran. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per toples, tergantung jenis kue dan kualitas bahan baku yang digunakan. Sementara itu, paket hampers eksklusif dibanderol mulai Rp300 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung isi dan desain kemasannya.
Seorang pelaku UMKM kue kering di Palembang mengungkapkan bahwa permintaan tahun ini menunjukkan tren positif. Ia mengaku sudah menerima puluhan pesanan untuk pengiriman awal Ramadan. “Biasanya puncak pesanan terjadi dua minggu sebelum Lebaran, tapi sekarang sudah mulai ramai dari awal,” ujarnya.
BACA JUGA:Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa Majikan di UEA, Pemerintah Lakukan Penelusuran
Meski demikian, beberapa pedagang mengakui adanya kenaikan harga bahan baku seperti mentega, telur, gula, dan keju. Kenaikan tersebut berkisar antara 5 hingga 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, pelaku usaha berupaya tidak menaikkan harga terlalu tinggi agar tetap terjangkau oleh konsumen. Sebagian memilih mengurangi margin keuntungan atau menawarkan ukuran toples yang lebih variatif.
Penjualan secara daring juga mengalami peningkatan signifikan. Banyak pelaku usaha memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar. Strategi promosi seperti diskon bundling, gratis ongkir, hingga bonus kue tester menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Sistem pre-order dinilai efektif untuk mengatur produksi agar tetap terkontrol dan menghindari penumpukan stok.
BACA JUGA:Video Aksi Damai Pelajar di Palembang Viral, Warganet Soroti Edukasi Demokrasi Sejak Dini
Pengamat ekonomi menilai, perputaran uang dari sektor kue Lebaran setiap tahunnya mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal. Tradisi menyajikan kue kering saat momen silaturahmi Idulfitri masih menjadi budaya yang kuat di tengah masyarakat Indonesia, sehingga permintaan relatif stabil dari tahun ke tahun.
Dengan semakin dekatnya Ramadan, para pedagang optimistis penjualan akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya menjelang Idulfitri. Mereka berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga momen musiman ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat usaha yang dijalankan.