Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Jadi Tameng Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu menjadi penopang ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.--
Harian OKU Selatan.ID- Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peran strategis tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga sebagai salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional. Program yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini disebut mampu menjadi “tameng” bagi masyarakat dalam menghadapi tekanan ekonomi dunia.
Sejumlah pengamat menilai bahwa program MBG tidak sekadar memberikan makanan bergizi kepada siswa dan kelompok rentan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Program ini melibatkan berbagai sektor mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha kecil yang menjadi pemasok bahan pangan.
BACA JUGA:BPBD OKU Selatan Imbau Warga Waspada Pancaroba Menuju Musim Kemarau 2026
Dengan adanya kebutuhan bahan makanan dalam jumlah besar untuk program tersebut, permintaan terhadap produk pertanian lokal diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Kondisi ini dinilai mampu menjaga perputaran ekonomi di tingkat daerah sekaligus membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha di sektor pangan.
Program MBG sendiri dijalankan melalui koordinasi dengan berbagai lembaga pemerintah, termasuk Badan Gizi Nasional yang bertugas memastikan standar gizi dan kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
BACA JUGA:Anggaran Meja Biliar Rp486 Juta di DPRD Sumsel Jadi Sorotan Publik
Melalui program ini, pemerintah menargetkan jutaan siswa di seluruh Indonesia dapat memperoleh makanan bergizi secara rutin. Selain siswa, program tersebut juga ditujukan bagi kelompok masyarakat lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa ketika kondisi global tidak menentu, program yang berorientasi pada konsumsi domestik seperti MBG dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pengeluaran pemerintah dalam program ini akan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor, terutama sektor pangan dan distribusi logistik.
BACA JUGA:Polres OKU Selatan Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan Saat Melintas di Kawasan Permukiman
Selain itu, program MBG juga dinilai dapat membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga. Dengan adanya bantuan makanan bergizi di sekolah, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan makan anak selama jam belajar.
Dari sisi kesehatan, program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia. Asupan gizi yang cukup akan membantu meningkatkan konsentrasi belajar serta mendukung perkembangan fisik dan mental anak.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Makanan yang Beredar Aman Dikonsumsi
Namun demikian, pelaksanaan program MBG juga memerlukan pengawasan yang ketat mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah. Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sejumlah pihak juga menekankan pentingnya penguatan sistem distribusi serta kualitas pengolahan makanan agar standar gizi tetap terjaga di seluruh daerah. Pemerintah daerah, sekolah, serta penyedia makanan diharapkan dapat bekerja sama untuk memastikan program berjalan efektif.
Sumber:
