Pemda OKUS Bahas Usulan Pembangunan SPPG di Wilayah Terpencil, Targetkan 95 Unit untuk Dukung Program MBG
Pemda OKU Selatan Gelar Rapat Bahas Pembangunan SPPG Wilayah Terpencil-Fhoto: Ist-
Harianokus.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) menggelar rapat koordinasi guna membahas usulan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Abdi Praja, Kamis (19/02/2026), dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah OKU Selatan, H. M. Rahmattullah, S.STP., M.M.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres) OKU Selatan, Kompol Hendro Suwarno, serta jajaran instansi terkait yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi pembangunan SPPG sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Sekretaris Satgas sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) OKU Selatan, Natalio, S.T., M.Si., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa berdasarkan data terkini, jumlah sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten OKU Selatan mencapai 95.171 orang.
Sasaran penerima manfaat tersebut meliputi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak-anak yang mengalami kekurangan gizi atau stunting. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di OKU Selatan.
“Dengan asumsi satu unit SPPG melayani sekitar 1.000 penerima manfaat, maka Kabupaten OKU Selatan membutuhkan sekitar 95 unit SPPG untuk menjangkau seluruh sasaran secara optimal,” jelas Natalio.
Namun demikian, hingga saat ini, jumlah SPPG yang telah beroperasi dan sedang dalam proses pembangunan baru mencapai 28 unit. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 67 unit SPPG yang perlu direalisasikan agar pelayanan pemenuhan gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil.
Natalio menambahkan, daerah-daerah terpencil yang belum terlayani SPPG perlu diusulkan secara rinci dan terperinci. Hal ini penting agar pembangunan SPPG benar-benar tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Pemetaan wilayah sangat penting, terutama daerah dengan akses terbatas, angka stunting tinggi, serta jumlah penerima manfaat yang besar. Data inilah yang menjadi dasar kuat dalam pengusulan pembangunan SPPG,” tambahnya.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah OKU Selatan, H. M. Rahmattullah, menyampaikan apresiasi kepada Satgas yang telah bekerja keras mengumpulkan dan menyajikan data secara komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan SPPG di wilayah terpencil.
Ia menegaskan bahwa pembangunan SPPG merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
“Pemerintah daerah sangat mendukung program ini. Melalui rapat koordinasi ini, kita ingin memastikan bahwa penentuan lokasi pembangunan SPPG dilakukan secara tepat, efektif, dan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sekda.
Sekda juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah agar proses perencanaan, pembangunan, hingga pengoperasian SPPG dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, dukungan lintas sektor, termasuk dari unsur kepolisian dan instansi terkait lainnya, sangat dibutuhkan guna mempercepat pelaksanaan program serta memastikan aspek keamanan, kelancaran distribusi, dan efektivitas pelayanan di lapangan.
“Sinergi menjadi kunci utama. Semua pihak harus bergerak bersama agar program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat OKU Selatan,” tegasnya.
Sumber:
