BANNER RAMADHAN KOMINFO

Polda Sumsel Dukung Kebijakan WFH Pasca Lebaran, Antisipasi Lonjakan Arus Balik

Polda Sumsel Dukung Kebijakan WFH Pasca Lebaran, Antisipasi Lonjakan Arus Balik

Polda Sumatera Selatan mendukung kebijakan Work From Home (WFH) pasca Idulfitri 1447 Hijriah sebagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan arus balik mudik--

Harian OKU Selatan.ID- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan pemerintah setelah Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi kepadatan arus balik mudik yang diprediksi meningkat signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa penerapan WFH dapat membantu mengurai pergerakan masyarakat yang kembali dari kampung halaman menuju kota-kota besar, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Dengan adanya fleksibilitas bekerja dari rumah, masyarakat tidak perlu melakukan perjalanan secara bersamaan, sehingga potensi kemacetan dapat ditekan.

BACA JUGA:Dunia Pendidikan 2026 Alami Transformasi, Digitalisasi dan Kurikulum Adaptif Jadi Fokus

Menurutnya, setiap tahun arus balik Lebaran selalu menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan dan instansi terkait. Lonjakan volume kendaraan yang terjadi dalam waktu bersamaan sering kali menyebabkan kepadatan di sejumlah titik, terutama di jalur utama dan akses menuju kota besar seperti Palembang.

“Kebijakan WFH ini sangat membantu dalam mengurangi beban lalu lintas. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan ini dengan baik sehingga arus balik dapat berlangsung lebih lancar dan aman,” ujarnya.

Selain mendukung kebijakan tersebut, Polda Sumsel juga telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk menghadapi arus balik. Sejumlah personel disiagakan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, termasuk di jalan lintas Sumatera dan jalur alternatif yang diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan.

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Rekayasa lalu lintas pun disiapkan jika terjadi kepadatan di beberapa ruas jalan.

BACA JUGA:Arus Balik Lebaran di Sumsel Memuncak, 270 Ribu Warga Bergerak dalam Sehari

Tidak hanya itu, posko-posko pelayanan dan pengamanan juga terus dioptimalkan untuk memberikan bantuan kepada pemudik. Posko tersebut menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari layanan kesehatan hingga tempat istirahat bagi pengendara.

Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Pengemudi diharapkan tidak memaksakan diri jika lelah dan memanfaatkan rest area yang tersedia.

Di sisi lain, kebijakan WFH juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi produktivitas kerja. Dengan sistem kerja yang lebih fleksibel, pekerja dapat menyesuaikan waktu perjalanan mereka tanpa harus terburu-buru kembali ke tempat kerja.

BACA JUGA:Satu Pelaku Pengeroyokan Bersenjata Tajam di OKU Selatan Ditangkap, Tiga Lainnya Masih Diburu

Polda Sumsel menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelancaran arus balik Lebaran. Dukungan terhadap kebijakan WFH menjadi salah satu bentuk sinergi tersebut.

Ke depan, kebijakan serupa diharapkan dapat terus diterapkan pada momen-momen tertentu yang berpotensi menimbulkan lonjakan mobilitas masyarakat. Dengan demikian, kemacetan dapat diminimalisir dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.

Sumber: