Kanada: Hubungan dengan China Diperbarui Pasca Kebijakan Bebas Visa
Hubungan Kanada dan China memasuki babak baru setelah kebijakan bebas visa diberlakukan bagi kunjungan jangka pendek,--
Harian OKU Selatan.Id - Hubungan diplomatik antara Kanada dan China memasuki babak baru menyusul kebijakan bebas visa yang diberlakukan Beijing bagi warga Kanada untuk kunjungan jangka pendek. Kebijakan tersebut dinilai menjadi sinyal positif di tengah dinamika hubungan kedua negara yang sempat mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah China mengumumkan kebijakan bebas visa untuk kunjungan wisata dan bisnis jangka pendek sebagai bagian dari upaya meningkatkan mobilitas internasional dan memperkuat kerja sama ekonomi pascapandemi. Langkah ini disambut hati-hati oleh pemerintah Kanada, yang melihatnya sebagai peluang memperbaiki hubungan bilateral sekaligus mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi.
BACA JUGA:Pembaruan Data PBI BPJS: 152 Juta Warga Terdaftar, Pemerintah Perkuat Akurasi
Hubungan Ottawa–Beijing sebelumnya menghadapi berbagai tantangan, termasuk isu perdagangan, keamanan, serta perbedaan pandangan dalam sejumlah isu geopolitik. Namun, kebijakan bebas visa dinilai membuka ruang dialog yang lebih konstruktif. Sejumlah analis menilai kebijakan ini bukan hanya langkah administratif, melainkan strategi diplomatik untuk membangun kembali kepercayaan.
Kementerian Luar Negeri Kanada menyatakan akan terus memantau implementasi kebijakan tersebut sambil memastikan keselamatan dan kepentingan warga negaranya tetap menjadi prioritas. Pemerintah Kanada juga menekankan pentingnya hubungan yang berbasis pada prinsip saling menghormati dan transparansi.
BACA JUGA:Jelang Puasa, Petani Harapkan Harga Kopi Naik untuk Dongkrak Kesejahteraan
Dari sisi ekonomi, China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Kanada di kawasan Asia. Sektor pertanian, energi, serta pendidikan menjadi bidang kerja sama utama kedua negara. Dengan kebijakan bebas visa, pelaku bisnis dan investor diharapkan dapat lebih mudah melakukan kunjungan eksplorasi pasar, negosiasi kerja sama, serta memperluas jaringan usaha.
Selain perdagangan, sektor pendidikan juga diprediksi akan terdampak positif. China selama ini menjadi salah satu negara asal mahasiswa internasional terbesar di Kanada. Kebijakan yang mempermudah mobilitas diharapkan memperlancar pertukaran akademik, penelitian bersama, dan kolaborasi universitas.
Namun demikian, sejumlah pengamat hubungan internasional mengingatkan bahwa perbaikan hubungan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan visa semata. Diperlukan dialog berkelanjutan di tingkat diplomatik dan komitmen nyata dalam menyelesaikan isu-isu yang selama ini menjadi sumber perbedaan.
Di sisi lain, pelaku industri pariwisata Kanada menyambut baik kebijakan tersebut. Dengan meningkatnya konektivitas penerbangan dan pelonggaran kebijakan perjalanan, arus wisatawan dua arah berpotensi meningkat. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor jasa, perhotelan, dan ritel.
Langkah China ini juga dilihat sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang lebih luas untuk menarik investasi asing dan memperkuat citra globalnya. Bagi Kanada, kebijakan ini menjadi momentum untuk menata ulang strategi hubungan luar negeri di kawasan Indo-Pasifik.
Pemerintah Kanada menegaskan akan memanfaatkan peluang ini secara pragmatis, tanpa mengabaikan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia yang menjadi prinsip kebijakan luar negeri negara tersebut. Dialog tingkat tinggi dan kerja sama teknis di berbagai bidang diharapkan dapat kembali diintensifkan dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Wakil Bupati OKU Selatan Resmikan Mushalla Imam Asy Syafi’i di Desa Pagar Dewa
Sumber: