Disdik Sumsel Perkuat Literasi Digital di SMA dan SMK, Cegah Hoaks hingga Cyberbullying
Sejumlah siswa SMA dan SMK di Sumatera Selatan mengikuti pelatihan literasi digital di kelas, dengan materi keamanan siber, anti-hoaks, dan etika bermedia sosial--
PALEMBANG – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat program literasi digital di jenjang SMA dan SMK sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era teknologi. Program ini mulai diintensifkan pada awal tahun 2026 dan diterapkan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota, termasuk di PALEMBANG.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel menyampaikan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga harus memahami etika, keamanan, dan tanggung jawab dalam bermedia.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Siapkan Posko Terpadu dan Tim Siaga Hadapi Ancaman Banjir
“Anak-anak kita sangat akrab dengan internet dan media sosial. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, menghindari hoaks, serta menjaga keamanan data pribadi,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Program penguatan literasi digital ini mencakup beberapa aspek, mulai dari pelatihan guru, penyusunan modul pembelajaran berbasis teknologi, hingga workshop langsung bagi siswa. Materi yang diberikan meliputi keamanan siber, perlindungan data pribadi, etika komunikasi digital, serta pemanfaatan teknologi untuk kegiatan produktif seperti pembuatan konten edukatif dan kewirausahaan digital.
BACA JUGA:Kasus DBD Meningkat, Dinkes Sumsel Intensifkan Fogging dan Edukasi Warga
Disdik Sumsel juga menggandeng perguruan tinggi dan komunitas teknologi untuk memberikan pendampingan teknis kepada sekolah. Selain itu, sejumlah sekolah telah mulai mengintegrasikan literasi digital ke dalam mata pelajaran Informatika dan kegiatan ekstrakurikuler berbasis teknologi.
Data Dinas Pendidikan menunjukkan bahwa tingkat penggunaan internet di kalangan pelajar Sumsel meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut juga diikuti dengan berbagai tantangan, seperti maraknya penyebaran berita palsu, perundungan daring (cyberbullying), hingga penyalahgunaan media sosial.
“Kasus cyberbullying masih kita temukan. Karena itu, pendekatan edukatif menjadi kunci agar siswa memahami dampak negatif perilaku tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA:Polrestabes Palembang Amankan 12 Pelaku Curanmor, Tiga Diantaranya Residivis
Selain menyasar siswa dan guru, program ini juga melibatkan orang tua melalui seminar dan sosialisasi daring. Orang tua diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawasi penggunaan gawai anak di rumah serta memberikan pendampingan yang tepat.
Pemprov Sumsel menargetkan seluruh SMA dan SMK di 17 kabupaten/kota dapat mengimplementasikan kurikulum literasi digital secara optimal hingga akhir tahun 2026. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur efektivitas program dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
BACA JUGA:Pemerintah Percepat Program Digitalisasi Sekolah, Targetkan 10 Ribu Unit Tahun Ini
Seorang siswa SMK di Palembang, Andi (17), mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. “Sekarang saya lebih paham cara menjaga akun media sosial agar tidak mudah diretas dan tahu bagaimana mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya,” katanya.
Sumber:
