Pemerintah Hentikan Sementara Program MBG Selama Libur Lebaran, Efisiensi Anggaran Capai Triliunan Rupiah
Pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis selama libur Lebaran 2026 untuk menghemat anggaran hingga Rp5 triliun. Penyesuaian ini dinilai efisien dan tepat sasaran.--
Harian OKU Selatan.ID- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi adanya potensi penghematan anggaran negara yang cukup besar melalui penyesuaian jadwal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini menunda sementara penyaluran makanan bergizi kepada siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya selama masa libur sekolah dan perayaan Idul Fitri.
Menurut Purbaya, rencana penghentian sementara program MBG telah dilaporkan oleh Kepala Badan MBG, Dadan Hindayana. “Anda pasti nanya MBG ya? Itu aja. Kan Ketua MBG udah lapor kan ya? Katanya… liburan akan diberhentikan kan, itu hemat lumayan berapa triliun gitu. Dia bilang kan? Saya juga udah baca juga tuh,” ujar Purbaya saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
BACA JUGA:Presiden Prabowo Soroti Penggunaan Mobil Dinas Miliaran Rupiah, Tekankan Efisiensi Anggaran Daerah
Langkah ini otomatis menahan sementara penyaluran makanan kepada siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, sehingga dana yang telah dialokasikan tetap berada di kas negara. Menurut prediksi, efisiensi anggaran dari penghentian sementara MBG dapat mencapai angka triliunan rupiah.
“Jadi yang liburan nggak akan keluar MBG-nya, itu menghemat lumayan tuh. Nanti pas itu jalan lagi biasa,” tambah Purbaya. Kebijakan ini dinilai tepat di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, khususnya imbas dari dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berdampak terhadap perekonomian nasional.
BACA JUGA:Stok BBM dan LPG di Sumsel Dipastikan Aman Jelang Lebaran 2026
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara penyaluran MBG. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa distribusi MBG untuk siswa sekolah sudah dihentikan sejak Jumat, 13 Maret 2026. Sementara itu, distribusi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berlangsung hingga Selasa, 17 Maret 2026.
“Untuk anak sekolah, penyaluran terakhir tanggal 13 Jumat kemarin. Kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita terakhir hari ini. Setelah itu kita akan merayakan Idul Fitri, dan program makan bergizi akan kembali operasional tanggal 31 Maret,” jelas Dadan.
BACA JUGA:Pencairan THR Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Daya Beli Masyarakat Meningkat
Dadan menambahkan bahwa penghentian sementara penyaluran MBG telah mampu menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp5 triliun. Angka ini menjadi salah satu langkah efisiensi fiskal yang signifikan bagi pemerintah, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga energi dan tekanan ekonomi global.
Selain itu, BGN juga terlibat dalam pembahasan efisiensi anggaran yang lebih luas, bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan bahwa pengelolaan dana publik dilakukan secara optimal. Efisiensi ini menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan program sosial serta memastikan dana publik dialokasikan pada sektor-sektor prioritas.
BACA JUGA:Kasus Narkoba Masih Jadi Perhatian Serius di Sumatera Selatan
Kebijakan penghentian sementara MBG juga dinilai sebagai bentuk respons pemerintah terhadap perubahan kebutuhan operasional selama periode libur panjang. Dengan menyesuaikan jadwal distribusi, pemerintah tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menjaga efektivitas pelaksanaan program agar tepat sasaran setelah libur berakhir.
Program MBG akan kembali berjalan normal mulai 31 Maret 2026, setelah masa libur Lebaran selesai. Pemerintah memastikan bahwa seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan layanan gizi berkualitas sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sumber:
