4.000 Km Jalan Eks Transmigrasi di Sumsel Tak Bertuan, Pemerintah Didorong Ambil Tindakan

Kamis 12-02-2026,15:22 WIB
Reporter : HOS
Editor : HOS

Harian OKU Selatan id - Sekitar 4.000 kilometer jalan eks transmigrasi di Provinsi Sumatera Selatan saat ini dilaporkan dalam kondisi terbengkalai dan tak bertuan. Jalan-jalan yang dibangun puluhan tahun lalu untuk mendukung program transmigrasi kini banyak yang rusak, tertutup semak belukar, atau bahkan tidak dapat dilewati kendaraan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan, akses transportasi, dan potensi pengembangan ekonomi di daerah-daerah tersebut.

Program transmigrasi di Sumsel dulu bertujuan membuka wilayah baru untuk permukiman dan pertanian, memindahkan masyarakat dari wilayah padat ke daerah yang masih jarang penduduk. Jalan eks transmigrasi menjadi tulang punggung akses warga untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, hingga layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, karena minimnya perawatan dan pengawasan, sebagian besar jalan kini rusak parah dan banyak yang hilang dari peta resmi pemerintah daerah.

Para warga lokal menyebutkan bahwa kondisi jalan ini menyulitkan mobilitas, terutama saat musim hujan. Beberapa desa terpencil menjadi hampir terisolasi karena jalan yang dulunya dapat dilalui kini dipenuhi lubang dan tertutup tanah longsor atau semak belukar. “Kalau hujan, jalan ini tidak bisa dilewati sama sekali. Kami kesulitan membawa hasil kebun ke pasar,” kata seorang warga transmigran di Musi Rawas.

Pakar pembangunan wilayah menilai, kondisi jalan eks transmigrasi ini menunjukkan lemahnya pengelolaan aset publik. Mereka mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten untuk segera menindaklanjuti dengan program rehabilitasi dan perawatan jalan agar infrastruktur yang sudah dibangun tidak mubazir. Selain itu, pemetaan ulang jalan dan integrasi dengan sistem transportasi modern dianggap penting untuk meningkatkan akses ekonomi dan pelayanan publik di wilayah transmigrasi.

Pemerintah Sumsel menyatakan kesiapannya untuk meninjau kondisi jalan eks transmigrasi dan melakukan perbaikan bertahap. Beberapa alternatif yang sedang dibahas termasuk membangun kemitraan dengan pihak swasta, melibatkan masyarakat lokal dalam program perbaikan, dan memanfaatkan dana pembangunan infrastruktur daerah secara optimal.

Dengan rehabilitasi yang tepat, jalan eks transmigrasi yang saat ini terbengkalai dapat kembali berfungsi sebagai jalur vital untuk konektivitas desa, distribusi hasil pertanian, dan pengembangan ekonomi lokal. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas warga, tetapi juga mendukung program pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Kategori :