Harian OKU Selatan.ID - Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian dari komitmen transisi energi berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah proyek strategis pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, angin, air, hingga panas bumi. “Kita menargetkan bauran energi terbarukan terus meningkat secara bertahap guna mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/2/2026).
BACA JUGA:Pemerintah Perkuat Hilirisasi Industri Nasional untuk Dongkrak Nilai Tambah Ekspor
Saat ini, pemerintah tengah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah wilayah yang memiliki potensi radiasi matahari tinggi. Selain itu, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) juga diperluas, mengingat Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia.
Tak hanya itu, program cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) juga terus dioptimalkan sebagai langkah transisi. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan emisi karbon sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian dan kehutanan melalui penyediaan bahan baku biomassa.
BACA JUGA:Disdik Palembang Perkuat Pengawasan MBG di Sekolah, Pastikan Program Tepat Sasaran
Pemerintah juga menggandeng investor swasta dan lembaga internasional untuk mendukung pendanaan proyek energi hijau. Skema pembiayaan inovatif seperti green bond dan kerja sama pendanaan internasional dinilai menjadi solusi untuk mempercepat realisasi proyek-proyek besar yang membutuhkan investasi tinggi.
Di sisi lain, penguatan infrastruktur transmisi dan distribusi listrik menjadi perhatian utama. Modernisasi jaringan listrik melalui sistem smart grid mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan pasokan energi, terutama di daerah terpencil dan kepulauan.
Pengamat energi menilai percepatan transisi energi menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan energi jangka panjang. Selain mengurangi risiko fluktuasi harga energi global, pengembangan EBT juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan industri hijau di dalam negeri.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi, mulai dari kebutuhan investasi besar, perizinan proyek, hingga kesiapan teknologi. Pemerintah memastikan reformasi regulasi dan penyederhanaan perizinan terus dilakukan agar iklim investasi di sektor energi semakin kondusif.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis ketahanan energi nasional dapat terjaga sekaligus mendukung komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim. Transisi energi diharapkan tidak hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga strategi
BACA JUGA:Konser Musik Nasional 2026 Makin Meriah, Musisi Tanah Air Ramaikan Tur ke Berbagai Kota pembangunan ekonomi berkelanjutan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.