Harian OKU Selatan.ID- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya strategis dalam mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting di Indonesia. Program ini dinilai menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Dalam pernyataannya pada Minggu (22/3/2026), Prabowo menegaskan bahwa program MBG harus terus berjalan meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan anggaran. Ia bahkan menyinggung pentingnya pengelolaan anggaran negara yang bersih dan bebas dari praktik korupsi agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat dapat berjalan optimal.
BACA JUGA:BPH Migas Jamin Stok BBM Nasional Aman untuk Arus Balik Lebara
“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo dengan tegas.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang menyasar pelajar, balita, serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.
BACA JUGA:124 Perusahaan Truk Disanksi, Kemenhub Tindak Tegas Pelanggar ODOL Saat Lebaran
Stunting sendiri masih menjadi salah satu persoalan kesehatan serius di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, produktivitas, serta kualitas hidup di masa depan. Oleh karena itu, intervensi melalui pemberian makanan bergizi dinilai sebagai langkah konkret yang dapat memberikan dampak jangka panjang.
Prabowo menilai bahwa investasi pada pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, merupakan investasi masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh ragu mengalokasikan anggaran untuk program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
BACA JUGA:Polisi Masih Memburu Pelaku Pembacokan di OKU Selatan, Korban Luka Parah
Selain itu, program MBG juga diharapkan mampu memberikan efek ekonomi yang positif. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, petani, dan UMKM dalam penyediaan bahan pangan, program ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Pengawasan yang ketat akan dilakukan agar distribusi makanan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan serta meminimalisir potensi penyimpangan anggaran.
Sejumlah pihak menyambut positif komitmen Presiden tersebut. Para ahli gizi dan pemerhati kesehatan masyarakat menilai bahwa langkah ini merupakan kebijakan yang tepat dalam menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Sindiran Keras Prabowo soal Mobil Dinas Rp 8 Miliar: “Maung Saja Rp 700 Juta, Kita Selidiki”
Meski demikian, tantangan dalam pelaksanaan program ini tidaklah kecil. Mulai dari distribusi ke daerah terpencil, kualitas makanan, hingga keberlanjutan pendanaan menjadi hal yang perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan gizi dan stunting di Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya besar untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.