BANNER RAMADHAN KOMINFO

Ribuan Pendaftar Anggota Polri, Kapolda Sumsel Tekankan Proses Bersih dan Transparan

Ribuan Pendaftar Anggota Polri, Kapolda Sumsel Tekankan Proses Bersih dan Transparan

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa proses rekrutmen harus berjalan bersih, transparan, dan akuntabel tanpa praktik kecurangan atau percaloan. Dengan pengawasan ketat dan sistem berbasis teknologi, seleksi diharapkan mampu menghasilkan calon anggota Polri yan--

Harian OKU Selatan.ID- Proses penerimaan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini kembali menyedot perhatian masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai daerah tercatat telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi yang digelar oleh Polda Sumsel. Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa profesi sebagai anggota Polri masih menjadi salah satu pilihan utama bagi generasi muda.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Ia memastikan tidak ada ruang bagi praktik kecurangan, titipan, maupun pungutan liar dalam proses rekrutmen tersebut.

BACA JUGA:Calon Jemaah Haji Sumsel Mulai Masuk Asrama 21 April 2026

BACA JUGA:Aturan Baru Batasan Pembelian BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026, Mobil Pribadi Maksimal 50 Liter

Dalam keterangannya, Kapolda menyampaikan bahwa prinsip “BETAH” (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) menjadi pedoman utama dalam setiap tahapan seleksi. Hal ini penting untuk menjaring calon anggota Polri yang benar-benar berkualitas dan berintegritas.

“Seleksi ini harus berjalan objektif. Tidak ada yang bisa membantu meluluskan peserta selain kemampuan diri sendiri. Kami ingin menghasilkan anggota Polri yang profesional dan berintegritas,” tegasnya.

Polda Sumsel juga melibatkan pengawasan dari berbagai pihak eksternal untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan. Di antaranya adalah pengawas internal, lembaga independen, hingga perwakilan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

BACA JUGA:Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Rp17.850 per Liter per 1 April 2026

BACA JUGA:Viral! Penumpang LRT Sumsel Tembus 213 Ribu Selama Lebaran, Transportasi Massal Jadi Primadona

Tahapan seleksi sendiri meliputi pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, tes akademik, tes psikologi, hingga uji kesamaptaan jasmani. Setiap tahapan dilakukan secara terbuka dan hasilnya dapat langsung dipantau oleh peserta maupun orang tua.

Selain itu, sistem penilaian berbasis teknologi juga diterapkan untuk meminimalisir potensi kecurangan. Nilai peserta ditampilkan secara real-time sehingga transparansi benar-benar terjaga. Dengan sistem ini, peserta dapat mengetahui hasil yang mereka peroleh secara langsung tanpa adanya manipulasi.

BACA JUGA:Wacana Belanja Pegawai Dipangkas 30 Persen, Sekda Sumsel Pastikan Tak Ada PHK PPPK

BACA JUGA:Penumpang LRT Sumsel Masih Tinggi Saat Arus Balik, Jadi Andalan Warga Palembang

Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Ia menegaskan bahwa praktik percaloan merupakan tindakan ilegal dan akan ditindak tegas jika ditemukan.

Sumber: