BANNER RAMADHAN KOMINFO

Kepala BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Akan Diganti Uang Tunai

Kepala BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Akan Diganti Uang Tunai

program makan bergizi gratis tidak diganti bantuan tunai--

Harian OKU Selatan.ID- Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijalankan dalam bentuk penyediaan makanan langsung bagi para siswa dan tidak akan diganti dengan bantuan uang tunai kepada orang tua.

Menurut Dadan, skema pemberian makanan secara langsung dinilai lebih efektif untuk memastikan anak-anak benar-benar mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap hari. Jika bantuan diberikan dalam bentuk uang, terdapat kekhawatiran dana tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Usai Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir, Pasar Asia Menguat

“Program ini dirancang agar anak-anak memperoleh makanan bergizi secara langsung. Jika diberikan dalam bentuk uang tunai, ada kemungkinan dana tersebut digunakan untuk kebutuhan lain di rumah tangga,” ujar Dadan dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, tujuan utama program MBG adalah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya bagi siswa sekolah yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Dengan pemberian makanan langsung di sekolah, pemerintah dapat memastikan menu yang disediakan telah memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

Selain itu, sistem distribusi makanan juga dapat lebih terkontrol, mulai dari proses pengadaan bahan makanan, pengolahan, hingga penyajian kepada para siswa. Dengan demikian, kualitas makanan yang diterima anak-anak dapat dipastikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi mereka.

BACA JUGA:Ketua Fraksi Golkar DPR RI Soroti Biaya Tinggi Pilkada dan Kaitannya dengan OTT KPK

Dadan juga menilai bahwa pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai berpotensi menimbulkan penyalahgunaan. Hal tersebut bukan semata-mata karena niat yang tidak baik, tetapi lebih disebabkan oleh kondisi ekonomi setiap keluarga yang berbeda.

“Dalam banyak kasus, ketika keluarga menghadapi kebutuhan mendesak seperti biaya listrik, transportasi, atau kebutuhan rumah tangga lainnya, uang tersebut bisa saja dialihkan. Akibatnya tujuan program untuk meningkatkan gizi anak tidak tercapai secara maksimal,” jelasnya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program nasional yang dirancang pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Melalui program ini, anak-anak sekolah diharapkan memperoleh asupan gizi yang cukup sehingga dapat tumbuh sehat dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik.

BACA JUGA:BPBD Catat 33 Bencana Terjadi di Sumsel Sejak Awal Tahun

Selain meningkatkan gizi anak, program ini juga diharapkan dapat membantu menekan angka stunting di Indonesia. Masalah stunting masih menjadi perhatian pemerintah karena berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak.

Pemerintah menilai bahwa pemenuhan gizi sejak usia sekolah merupakan langkah penting untuk mempersiapkan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan. Oleh karena itu, pelaksanaan program MBG dirancang secara sistematis agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Meski demikian, kebijakan ini juga memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak menilai pemberian makanan langsung memang lebih tepat sasaran karena memastikan anak menerima makanan bergizi setiap hari.

Sumber:

Berita Terkait