Sumsel Gelontorkan Setengah Triliun Perbaiki Jalan Rusak Akibat Truk Batu Bara
Herman Deru Gubernur Sumsel --
Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalokasikan anggaran sebesar setengah triliun rupiah atau sekitar Rp500 miliar untuk memperbaiki jalan-jalan rusak yang terdampak aktivitas angkutan batu bara. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini terdampak kerusakan infrastruktur akibat tingginya intensitas lalu lintas truk bertonase besar.
Gubernur Sumsel dalam keterangannya menegaskan bahwa perbaikan jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah tahun ini. Menurutnya, kondisi sejumlah ruas jalan provinsi dan kabupaten/kota mengalami kerusakan berat, mulai dari berlubang, retak memanjang, hingga amblas di beberapa titik. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Anggaran ini kami siapkan untuk memastikan jalan kembali layak dilalui. Infrastruktur yang baik adalah kunci pertumbuhan ekonomi dan keselamatan warga,” ujarnya.
Dampak Angkutan Batu Bara
Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Aktivitas distribusi batu bara yang menggunakan truk bertonase tinggi melintasi jalan umum disebut sebagai salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Beban muatan yang melebihi kapasitas serta frekuensi kendaraan yang tinggi mempercepat degradasi aspal.
Di beberapa wilayah seperti Kabupaten Muara Enim, Lahat, dan Banyuasin, masyarakat kerap mengeluhkan debu, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk batu bara. Selain merusak badan jalan, aktivitas tersebut juga berdampak pada lingkungan sekitar.
Seorang warga Muara Enim mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung cukup lama. “Kalau hujan, jalan jadi licin dan berlumpur. Banyak kendaraan kecil yang tergelincir. Kami berharap perbaikan ini benar-benar segera dilakukan,” katanya.
Fokus Perbaikan dan Pengawasan
Dana Rp500 miliar tersebut akan difokuskan pada perbaikan ruas-ruas prioritas yang mengalami kerusakan berat. Pemerintah juga berencana melakukan peningkatan kualitas konstruksi jalan agar lebih tahan terhadap beban berat. Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) akan diperketat guna mencegah kerusakan serupa terulang.
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel menyebutkan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari ruas dengan tingkat kerusakan paling parah. Proyek ini ditargetkan berjalan sepanjang tahun anggaran dan melibatkan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.
“Kami tidak hanya menambal, tetapi juga melakukan rekonstruksi di beberapa titik. Harapannya jalan bisa bertahan lebih lama meskipun dilintasi kendaraan berat,” jelas perwakilan dinas terkait.
Harapan Masyarakat dan Pelaku Usaha
Langkah pemerintah ini disambut positif oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha dan masyarakat umum. Infrastruktur jalan yang baik diyakini akan memperlancar distribusi barang dan jasa serta menekan biaya logistik.
Namun demikian, sejumlah pihak juga mendorong agar pemerintah mencari solusi jangka panjang, seperti pembangunan jalur khusus angkutan batu bara atau optimalisasi jalur kereta api untuk mengurangi beban jalan umum.
Sumber:





