Sekolah Rakyat Dipandang Sebagai Peluang Pendidikan Inklusif
program sekolah rakyat untuk anak kurang mampu 2026, kebijakan kemendikdasmen tentang pendidikan inklusif terbaru, solusi atasi anak putus sekolah di indonesia,--
Harian OKU Selatan.ID- Program Sekolah Rakyat semakin mendapat perhatian sebagai salah satu terobosan dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif di Indonesia. Inisiatif ini dinilai mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal, baik karena faktor ekonomi, sosial, maupun geografis.
Konsep Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan belajar yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Model pembelajaran tidak hanya berfokus pada kurikulum akademik, tetapi juga penguatan keterampilan hidup, karakter, dan kemandirian. Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjawab tantangan ketimpangan pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah.
BACA JUGA:Pemerintah Perluas Akses Pendidikan untuk Anak Terlantar di Seluruh Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menyebutkan bahwa pendidikan inklusif menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu. Sekolah Rakyat hadir sebagai pelengkap sistem pendidikan formal, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, pekerja informal, hingga mereka yang sempat putus sekolah.
Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat. Dukungan komunitas menjadi kunci keberhasilan program ini, terutama dalam menjangkau anak-anak yang berada di lingkungan marjinal. Pendekatan berbasis komunitas dinilai efektif untuk membangun kepercayaan serta meningkatkan partisipasi orang tua.
BACA JUGA:Indonesia Modernisasi Tiga RS Rujukan Nasional dengan Dukungan AIIB
Selain akses yang lebih luas, fleksibilitas waktu belajar menjadi nilai tambah program ini. Beberapa Sekolah Rakyat menerapkan sistem pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kondisi peserta didik, termasuk bagi anak yang harus membantu orang tua bekerja. Hal ini memberikan ruang agar pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan realitas sosial yang dihadapi siswa.
Program ini juga mendorong penguatan pendidikan karakter dan keterampilan vokasional. Peserta didik tidak hanya mendapatkan materi akademik dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga pelatihan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan lokal. Dengan demikian, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi.
BACA JUGA:Pemkab OKU Selatan Matangkan Pendirian Mall Pelayanan Publik, Wujudkan Layanan Terpadu Satu Pintu
Pengamat pendidikan menilai bahwa Sekolah Rakyat berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi angka putus sekolah. Namun, mereka juga menekankan pentingnya standar mutu dan pengawasan agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Dukungan pelatihan bagi tenaga pendidik menjadi aspek penting agar proses belajar berjalan efektif dan terarah.
Di sisi lain, pemerintah terus melakukan evaluasi untuk memastikan program ini terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. Sinkronisasi data peserta didik, kurikulum, serta mekanisme kelulusan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program.
BACA JUGA:Indonesia Pastikan Tidak Ada Kasus Virus Nipah, Pengawasan Tetap Diperketat
Sekolah Rakyat dipandang sebagai langkah konkret menuju pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, program ini diharapkan mampu membuka jalan bagi anak-anak Indonesia yang sebelumnya terpinggirkan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sumber:
