BANNER RAMADHAN KOMINFO

Momentum Libur Jadi Sarana Edukasi Nonformal bagi Anak dan Keluarga

Momentum Libur Jadi Sarana Edukasi Nonformal bagi Anak dan Keluarga

Momentum libur panjang dimanfaatkan sebagai sarana edukasi nonformal bagi anak melalui kegiatan belajar santai bersama keluarga.--

JAKARTA – Momentum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026 tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga menjadi peluang penting untuk menghadirkan edukasi nonformal, khususnya bagi anak-anak. Pemerintah dan berbagai pihak mendorong agar waktu libur dapat dimanfaatkan secara produktif melalui kegiatan yang bersifat edukatif.

Selama periode libur, aktivitas pembelajaran formal di sekolah memang dihentikan sementara. Namun, hal ini tidak berarti proses belajar juga ikut terhenti. Justru, momen ini dinilai sebagai kesempatan untuk mengembangkan pembelajaran di luar kelas dengan pendekatan yang lebih santai dan menyenangkan.

BACA JUGA:Bank Indonesia Tahan Suku Bunga, Rupiah Masih Tertekan di Tengah Gejolak Global

Kementerian pendidikan menilai bahwa edukasi nonformal memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kreativitas anak. Kegiatan seperti membaca buku, mengunjungi tempat wisata edukatif, hingga belajar keterampilan baru bersama keluarga dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan di ruang kelas.

Salah satu contoh yang dapat dimanfaatkan adalah kunjungan ke museum, taman edukasi, atau perpustakaan umum. Selain itu, aktivitas sederhana seperti berdiskusi, bermain permainan edukatif, atau menonton tayangan yang mengandung nilai pembelajaran juga dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak.

BACA JUGA:JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jakarta kembali memperketat kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas jalan utama

Program literasi yang digalakkan pemerintah, seperti pembagian buku gratis kepada pemudik, juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan libur panjang sebagai sarana edukasi. Dengan membaca selama perjalanan, anak-anak dapat tetap belajar sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Selain itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengarahkan kegiatan anak selama libur. Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mendorong anak untuk tetap aktif secara intelektual. Pendampingan yang tepat dapat membantu anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.

BACA JUGA:Program Bantuan Rumah di Palembang Mulai Tervalidasi, Ratusan Unit Siap Diperbaiki

Pengamat pendidikan menyebutkan bahwa pembelajaran nonformal cenderung lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan minat anak. Hal ini membuat anak lebih mudah menyerap informasi karena dilakukan tanpa tekanan seperti di lingkungan sekolah.

“Belajar tidak harus selalu di kelas. Justru melalui aktivitas sehari-hari, anak bisa mendapatkan pengalaman yang lebih luas,” ujar seorang pengamat pendidikan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuka peluang edukasi nonformal melalui platform digital. Berbagai aplikasi pembelajaran, video edukatif, hingga kelas online dapat dimanfaatkan selama libur. Namun, penggunaan gadget tetap perlu diawasi agar tidak berlebihan dan tetap memberikan manfaat.

Momentum libur panjang ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga. Melalui kegiatan bersama yang edukatif, orang tua dan anak dapat membangun komunikasi yang lebih baik sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

BACA JUGA:Program Bantuan Rumah di Palembang Mulai Tervalidasi, Ratusan Unit Siap Diperbaiki

Sumber: