Aksi Balap Liar di Jalan Pemkab OKU Selatan Kembali Marak, Warga Resah
Aksi balap liar di kawasan jalan Pemkab OKU Selatan kembali marak dan meresahkan warga.--
OKU Selatan — Aksi balap liar kembali marak terjadi di sejumlah ruas jalan di kawasan perkantoran pemerintah (Pemkab) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Fenomena ini kian meresahkan warga, terutama karena kerap berlangsung pada malam hingga dini hari dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan warga, aksi balap liar tersebut biasanya melibatkan puluhan remaja yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum. Mereka memanfaatkan kondisi jalan yang relatif sepi sebagai arena balapan, tanpa memperhatikan risiko kecelakaan.
BACA JUGA:Kemenag OKU Pastikan 230 Calon Haji Siap Berangkat ke Tanah Suci
BACA JUGA:Purbaya Tolak Pengadaan Sepeda Motor untuk MBG, Soroti Efektivitas Anggaran
Salah satu warga sekitar, Rian (38), mengaku sangat terganggu dengan aktivitas tersebut. Selain menimbulkan kebisingan, aksi balap liar juga membuat warga merasa tidak aman saat melintas di lokasi.
“Setiap malam minggu pasti ramai. Suara knalpot bising sekali, belum lagi mereka ngebut tanpa aturan. Kami takut kalau terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena lokasi balap liar berada di kawasan yang seharusnya menjadi area tertib dan aman, mengingat dekat dengan fasilitas pemerintahan. Warga menilai, jika tidak segera ditertibkan, aksi tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Selain mengganggu kenyamanan, balap liar juga berdampak pada ketertiban lalu lintas. Pengendara lain yang melintas terpaksa menghindar atau bahkan memilih memutar arah demi menghindari risiko. Tidak sedikit warga yang memilih untuk tidak keluar rumah pada malam hari karena khawatir dengan situasi tersebut.
BACA JUGA:Jejak Karier Liliek Prisbawono, Hakim MK Baru Pengganti Anwar Usman
BACA JUGA:Harga Karet Sumsel Naik Tipis, Petani Diingatkan Jangan Abaikan Kualitas Bokar
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa fenomena ini perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Ia berharap adanya patroli rutin serta tindakan tegas terhadap para pelaku balap liar.
“Ini bukan sekadar kenakalan remaja, tapi sudah membahayakan orang lain. Harus ada penindakan agar ada efek jera,” tegasnya.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai bahwa maraknya balap liar juga dipengaruhi oleh kurangnya ruang atau fasilitas bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi otomotif secara positif. Oleh karena itu, selain penertiban, diperlukan solusi jangka panjang seperti penyediaan arena balap resmi atau kegiatan alternatif yang lebih aman.
BACA JUGA:Akses Lumpuh! Warga Tebing Batu Harapkan Perbaikan Jalan Rusak di Buay Pemaca
Sumber:
